"Kami belum pernah diajak bicara pemerintah mengenai rencana itu. Tidak pernah ada diskusi formal tentang hal tersebut," ujar Group Chief Commercial Officer Ooredoo Cynthia Gordon dalam wawancara dengan detikFinance di Hotel Princess Sofia Hotel Barcelona, Spanyol, Jumat (21/11/2014).
Untuk diketahui, pada 2002 pemerintah Indonesia melepas saham Indosat sebesar 41,9 persen dan dibeli oleh Singapore Technology Telemedia (STT). Jumlah saham itu kemudian dibeli Qtel pada 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cynthia mengatakan, Ooredoo dalam posisi yang sangat nyaman terkait dengan Indosat saat ini. Komitmen untuk terus memperkuat dan berinvestasi dalam jaringan, akan terus dilakukan.
"Dari perspektif Ooredoo kami sangat komit dengan Indosat terkait sejumlah hal termasuk revenue. Indonesia adalah salah satu negara terbesar, dan kami sangat bangga dengan pencapaian saat ini. Kami tidak ingin mengganti komitmen kami di Indonesia," ujar Cynthia.
Dia juga meyakini, pemerintah Indonesia yang dipimpin Presiden Joko Widodo akan membantu para investor, salah satunya Ooredoo, untuk tetap dapat berinvestasi di tanah air. Sehingga, kata dia, Ooredoo bisa terus melakukan pengembangan untuk melayani kebutuhan komunikasi masyarakat.
"Kami percaya pemerintah Indonesia mendukung kami. Dan yang penting adalah meneruskan komitmen bisnis ini ke level selanjutnya. Kami juga memiliki komitmen untuk mengembangkan jaringan yang ada sehingga bisa tetap melayani pelanggan lebih baik lagi," ujar perempuan asal Inggris ini.
(fjr/dnl)











































