Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (21/11/2014), IHSG ditutup menguat 18,479 poin (0,36%) ke level 5.112,045. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 3,401 poin (0,39%) ke level 878,558.
Hari ini IHSG diperkirakan diperkirakan akan bergerak positif mengikuti laju bursa-bursa regional. Aksi beli asing diprediksi masih berlanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Hang Seng menguat 87,48 poin (0,37%) ke level 23.437,12.
- Indeks Straits Times naik 7,94 poin (0,24%) ke level 3.353,26.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Jumat (21/11) IHSG naik 19 poin (+0,36%) ke level 5.112,05 terdorong sentimen positif dari data ekonomi AS serta rencana pemerintah Cina yang akan memberikan insentif ke pasar finansial mereka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Saham-saham yang menjadi pendorong bursa hari ini a.l. BBCA, ASII, TLKM, BBRI, dan UNVR di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp163,2 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing a.l. UNTR, BMRI, AALI, ASII, dan WSKT.
Secara teknikal, indeks naik disertai volume dan kembali tutup diatas MA5 serta MA(10,50) berpeluang golden cross. Stochastic death cross di area overbought sementara RSI dan MACD masih positif.
Hari ini (24/11) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.075-5.150 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. PTBA, WINS, ASRI, LPKR, dan SGRO.
Rupiah Jumat (21/11) ditutup di level 12.150 dan hari ini (24/11) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.113-12.175 dengan kecenderungan menguat.
Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor tertingginya akhir pekan lalu, seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi Paman Sam yang positif. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,51% dan indeks S&P500 sebesar +0,52%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral Tiongkok yang menaikkan suku bunga acuan. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +1,33%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +1,19% ke level US$76,59 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,89% ke posisi US$1.197,70 per troy ounce.
Dari dalam negeri, Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akan mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015. Melalui Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2015, pemerintahan akan menyusun anggaran yang lebih mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8% bisa tercapai. Dari sisi makroekonomi, pemerintah berencana mengubah asumsi inflasi dan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia crude price (ICP).
Target inflasi akan naik lantaran dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pekan lalu masih berlangsung hingga semester satu tahun depan. Selain itu, target penerimaan pajak, akan lebih besar karena Jokowi meminta tambahan Rp 600 triliun. Lalu, subsidi energi berkurang sekitar Rp100 triliun, karena kenaikan harga BBM bersubsidi naik. Anggaran belanja pegawai juga menyusut seiring berbagai upaya penghematan pemerintah, mulai pengurangan perjalanan dinas hingga larangan rapat di hotel berbintang.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan awal pekan ini. Indeks akan bergerak di kisaran resistance 5.148 dan support 5.069. IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.112.
(ang/ang)











































