Garap Tambang Emas di Gorontalo, Antam Tunggu Kepastian BUMI

Garap Tambang Emas di Gorontalo, Antam Tunggu Kepastian BUMI

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2014 15:18 WIB
Garap Tambang Emas di Gorontalo, Antam Tunggu Kepastian BUMI
Ilustrasi Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) diajak PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menggarap tambang emas dan tembaga di Gorontalo melalui perusahaan patungan PT Gorontalo Minerals.

Anak usahanya ini belum bisa mulai operasi karena biaya feasibility study belum tersedia. Rencana tersebut mengandalkan dana hasil rights issue BUMI, yang sayangnya tidak mencapai target.

"Kita masih menunggu feasebility study. Di situ kan kami cuma 20%, mayoritasnya BUMI," kata Tato Miraza kepada detikFinance, Senin (24/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, pihaknya menunggu arahan dan hasil feasibility study dari perusahaan tambang Grup Bakrie tersebut sebelum melanjutkan operasional Gorontalo Minerals.

"Semuanya ada di BUMI, kita tidak tahu menahu. Nanti kalau hasilnya sudah ada baru kita bisa komentar," ujarnya.

Seperti diketahui, Gorontalo Minerals adalah anak perusahaan yang 80% sahamnya dimiliki anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Sedangkan 20% sisa sahamnya dimiliki Antam.

Fokus kegiatan penambangan Gorontalo Minerals adalah tembaga dan emas di konsesi tambang seluas 36.070 hektar di Bone Bolango, Gorontalo, Sulawesi. Kegiatan eksplorasi yang akan dilakukan terletak di Sungai Mak dan Cabang Kiri.

Tadinya emiten berkode BUMI itu akan melakukan feasibility study di area tambang itu setelah menggelar penerbitan saham baru dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue yang awalnya diperkirakan bisa meraih dana Rp 7,7 triliun.

Rencana tersebut tidak berjalan mulus gara-gara tidak banyak pemegang saham yang menyerap saham baru. Alhasil dana hasil rights isssue hanya terkumpul Rp 3,6 triliun saja.

Akibatnya, sebagian besar dana yang diraih BUMI hanya bisa digunakan untuk melunasi sebagain utang saja. Sementara proyek perseroan untuk feasibility study konsesi tembaga dan emas di Gorontalo harus ditunda.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads