IHSG Bergerak Fluktuatif, Cenderung Menguat

Rekomendasi Saham

IHSG Bergerak Fluktuatif, Cenderung Menguat

- detikFinance
Jumat, 28 Nov 2014 08:55 WIB
IHSG Bergerak Fluktuatif, Cenderung Menguat
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin bergerak dalam rentang tipis tapi bertahan positif sampai penutupan perdagangan. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah sepanjang perdagangan.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (27/11/2014), IHSG naik 12,279 poin (0,24%) ke level 5.145,315. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,253 poin (0,25%) ke level 886,840.

Wall Street tutup memperingati Thanksgiving pada hari Kamis dan akan kembali buka di sesi pagi pada hari Jumat waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Belum adanya sentimen positif membuat pergerakan IHSG terbatas.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menguat 156,36 poin (0,91%) ke level 17.404,86.
  • Indeks Straits Times naik 7,83 poin (0,23%) ke level 3.348,79.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Rabu (27/11) IHSG naik 12 poin (+0,24%) ke level 5.145,32 mengikuti kenaikan bursa regional serta aksi beli investor asing.

Saham-saham yang menjadi pendorong bursa hari ini a.l. ASII, BBRI, UNVR, BBNI, dan SMGR di mana asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp44,9 miliar dengan saham-saham yang banyak dibeli asing a.l. BBNI, UNVR, JSMR, SSMS, dan INDF.

Secara teknikal, indeks kembali naik disertai volume dan terlihat mencoba test resist fibo 76,4%. Stochastic masih overbought sementara RSI dan MACD positif.

Hari ini (28/11) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.125-5.175 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. PGAS, TBIG, ENRG, TKIM, dan WINS.

Rupiah Kamis (27/11) ditutup di level 12.177 dan hari ini (28/11) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.133-12.200 dengan kecenderungan melemah.

Mandiri Sekuritas
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kebijakan moneter Tiongkok yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +0,72%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah -0,24%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas terkoreksi dalam seiring kesepakatan anggota OPEC untuk tidak memangkas produksi minyak. Harga minyak mentah WTI turun -6,81% ke level US$68,67 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,80% ke posisi US$1.187,90 per troy ounce.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan yang sedianya akan dirilis oleh Biro Pusat Statistik (BPS) pada pekan depan.

Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dalam kisaran terbatas.

Indeks akan bergerak di kisaran resistance 5.198 dan support 5.069. IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.145.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads