Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan BNBR yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/11/2014), perseroan juga mencatat pertumbuhan pendapatan yang cukup tinggi yaitu dari Rp 2,9 triliun menjadi Rp 4,7 triliun di akhir September 2014.
Beban kuangan perseroan juga meningkat, dari Rp 3,6 triliun di 9 bulan pertama tahun lalu menjadi Rp 4,5 triliun di periode yang sama tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan mengalami rugi selisih kurs kecil tahun ini tapi mendapat keuntungan dari pos aset keuangan tersedia untuk dijual. Ditambah lagi ada laba komprehensif lain sehingga total penghasilan komprehensif tahun berjalan menjadi Rp 76 miliar.
Dalam 9 bulan pertama tahun ini, kelompok usaha Grup Bakrie itu mengalami penurunan aset. Nilainya menjadi Rp 11,4 triliun dibandingkan posisi tahun lalu Rp 11,8 triliun.
(ang/hds)











































