Menutup perdagangan Jumat (28/11/2014), IHSG berada di posisi 5.149,89. Menguat 4,57 poin atau 0,09%. Sementara Indeks LQ45 ditutup di posisi 866,33. Melemah 0,51 poin atau 0,06%.
Wall Street berakhir stagnan menjelang hari raya Thanksgiving. Untungnya perdagangan berakhir lebih awal karena saham-saham energi sudah mulai merosot gara-gara harga minyak dunia yang anjlok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks-indeks utama di bursa Paman Sam menanjak enam pekan berturut-turut. Dalam sepekan ini Indeks Dow Jones naik 0,1%, Indeks S&P bertambah 0,2% dan Indeks Komposit Nasdaq tumbuh 1,7%.
Selama bulan November, Indeks Dow Jones menguat 2,5%, Indeks S&P naik 2,5% dan Indeks Komposit Nasdaq berkembang 3,5%.
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang yang tipis sementara investor menanti pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) siang nanti.
Pergerakan bursa-bursa Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 155,66 poin (0,89%) ke level 17.615,51.
- Indeks Straits Times turun tipis 3,52 poin (0,11%) ke level 3.346,98.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Jumat (28/11) IHSG naik 5 poin (+0,09%) ke level 5.149.89 setelah sepanjang hari terkena sentimen negatif dari turunnya harga minyak dunia namun di akhir sesi tertolong oleh aksi beli asing pada saham ASII, TLKM, dan GGRM.
Saham-saham yang menjadi pendorong bursa a.l. ASII, TLKM, BBRI, BMRI, dan GGRM di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 21 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing a.l. CTRA, ELSA, BBCA, PTBA, dan WIKA.
Secara teknikal, indeks naik tipis disertai volume dan bertahan di atas MA5-nya. Stochastic bertahan positif di area overbought sementara RSI dan MACD masih positif.
Hari ini (1/12) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.125-5.175 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ADRO, SMRA, BKSL, ITMG, dan PTBA.
Rupiah Jumat (28/11) ditutup di level 12.203 dan hari ini (1/12) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.167-12.250 dengan kecenderungan melemah.
Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah, seiring kejatuhan harga minyak pada akhir pekan kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Avg ditutup stagnan sebesar +0,01%. Sedangkan indeks S&P500 melemah -0,25%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh bursa global. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +1%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka melemah -0,63%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun -10,17% dan harga emas Comex terkoreksi -1,84%.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan yang sedianya akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) siang nanti.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan bergerak mixed dengan dalam
kisaran terbatas.
Indeks akan bergerak di kisaran resistance 5.198 dan support 5.092. IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.149.
(ang/ang)











































