"Investasi yang kita bisa lakukan US$ 100-150 juta per tahun untuk 3 sektor. Kita lagi terus memantau, meneropong sektor apa yang bagus untuk investasi. Kita punya keinginan nambah investasi di perusahaan konsumsi dan konsumer produk. Ada sektor makanan dan minuman cepat saji, baru rencana investasi di sini," ujar Direktur Utama Saratoga Sandiaga Uno di acara Public Expose Perseroan, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (1/12/2014).
Sandi menjelaskan, saat ini pihaknya masih mencari-cari perusahaan makanan dan minuman cepat saji lokal untuk bisa bermitra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sandi juga mengatakan, perseroan juga terus menggenjot investasi di sektor lainnya seperti infrastruktur dan Sumber Daya Alam (SDA). Sayangnya, Sandi belum mau mengungkap perusahaan apa yang akan menjadi target investasinya.
"Resources banyak peluang, pada satu saat bisa sangat menjanjikan. Harga minyak turun itu peluang sekali (untuk investasi). Indonesia akan memiliki ruang anggaran lebih besar sehingga bisa bangun infrastruktur sehingga bisa gandeng perusahaan swasta," terang dia.
Sandi mengungkapkan, pihaknya juga akan meningkatkan investasi di sektor hulu melalui anak usahanya PT Tri Wahana Universal (TWU).
"Kita berharap tahun depan bisa tingkatkan di hulu, upstream, beberapa penetrasinya, migas kurang investasinya, Indonesia banyak cadangan minyak tapi banyak kendala di regulasi," katanya.
Terkait hal itu, Sandi menargetkan pembukuan kinerja yang lebih baik di tahun depan dengan menargetkan kenaikan pendapatan dan laba masing-masing sebesar 30%.
Hingga kuartal III-2014, Saratoga mencatatkan laba bersih senilai Rp 762 miliar atau meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2013 yang masih mencatatkan rugi sebesar Rp 91 miliar.
Posisi pendapatan Saratoga meningkat 105% menjadi Rp 4,7 triliun jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 2,3 triliun.
"Target pendapatan dan laba tahun depan 30%," pungkasnya.
(drk/ang)











































