Mengutip Reuters, dolar AS saat penutupan pasar berada di posisi Rp 12.270. Melemah dibandingkan kala pembukaan pasar yaitu Rp 12.250.
Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI), menilai bukan hanya rupiah yang melemah. Penguatan dolar AS akhir-akhir ini cukup kuat, sehingga melemahkan mata uang banyak negara, termasuk Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus, perbaikan ekonomi AS memang sangat khusus bagi investor. Karena hanya AS yang tampak positif dibandingkan dengan negara maju lainnya.
Data ekonomi di AS akhir-akhir ini cukup memuaskan. Misalnya pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam pada kuartal III-2014 mencapai 3,9%. Lebih baik dibandingkan konsensus pasar yang memperkirakan 3,5%.
"Jadi kondisi perbaikan di AS dapat dikatakan sangat khusus karena diantara negara-negara maju, dia yang menunjukan perbaikan ekonomi secara teratur. Kita lihat di Eropa masih lesu, Jepang sudah resesi, Tiongkok juga berusaha untuk tidak pertumbuhan ekonominya menurun," jelasnya.
Sehingga secara umum, pelemahan nilai tukar rupiah merupakan cerminan perkasanya dolar AS. "Jadi secara umum kalau nilai tukar kita melemah adalah cerminan daripada nilai tukar Amerika yang menguat," imbuhnya.
(mkl/hds)











































