Kemarin Tembus Rp 12.270, Apakah Dolar Bakal 'Perkasa' Lagi Hari Ini?

Kemarin Tembus Rp 12.270, Apakah Dolar Bakal 'Perkasa' Lagi Hari Ini?

- detikFinance
Selasa, 02 Des 2014 08:41 WIB
Kemarin Tembus Rp 12.270, Apakah Dolar Bakal Perkasa Lagi Hari Ini?
Jakarta -

Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah. Dolar AS ditutup di level Rp 12.270. Bagaimana perkiraan untuk hari ini?

Riset Bahana Securities memperkirakan rupiah akan bergerak cenderung menguat hari ini. "Kami perkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp 12.199-12.305 per dolar AS dengan kecenderungan menguat," sebut riset itu, Selasa (2/12/2014).

Namun, Woori Korindo Securities Indonesia memberi pandangan yang agak berbeda. Rupiah diperkirakan masih akan melemah seiring tingginya permintaan valas jelang akhir tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Maraknya permintaan terhadap dolar AS membuat rupiah sulit keluar dari zona merah. Laju rupiah pun masih melanjutkan pergerakan negatifnya," sebut Kepala Riset Woori Korindo Reza Priyambada dalam risetnya.

Selain itu, lanjut Reza, pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam mendukung penguatan dolar AS yang terjadi sejak pekan lalu. Tidak hanya terhadap rupiah, dolar AS sedang dalam tren menguat dibandingkan mata uang utama dunia.

"Laju rupiah berada di bawah target level support Rp 12.202 per dolar AS. Untuk sementara, sentimen negatif masih akan mewarnai rupiah sehingga tetap waspada dan antisipasi pelemahan lanjutan. Kami perkirakan rupiah berada di kisaran Rp 12.273-12.260 per dolar AS," papar Reza.

Sebelumnya, Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI), menilai bukan hanya rupiah yang melemah. Penguatan dolar AS akhir-akhir ini cukup kuat, sehingga melemahkan mata uang banyak negara, termasuk Indonesia.

"Kalau terkait dengan nilai tukar yang jatuh di atas Rp 12.000, sepenuhnya pengaruh dari pada penguatan di AS. Ini berdampak pada negara-negara, termasuk di Indonesia," katanya.

Menurut Agus, perbaikan ekonomi AS memang sangat khusus bagi investor. Karena hanya AS yang tampak positif dibandingkan dengan negara maju lainnya.

Data ekonomi di AS akhir-akhir ini cukup memuaskan. Misalnya pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam pada kuartal III-2014 mencapai 3,9%. Lebih baik dibandingkan konsensus pasar yang memperkirakan 3,5%.

"Jadi kondisi perbaikan di AS dapat dikatakan sangat khusus karena di antara negara-negara maju, dia yang menunjukan perbaikan ekonomi secara teratur. Kita lihat di Eropa masih lesu, Jepang sudah resesi, Tiongkok juga berusaha untuk tidak pertumbuhan ekonominya menurun," jelasnya.

Sehingga secara umum, pelemahan nilai tukar rupiah merupakan cerminan perkasanya dolar AS. "Jadi secara umum kalau nilai tukar kita melemah adalah cerminan daripada nilai tukar Amerika yang menguat," imbuhnya.

(hds/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads