Butuh Dolar Buat Anak yang Sekolah di Boston, Pria Ini Mengeluh Rupiah 'Loyo'

Butuh Dolar Buat Anak yang Sekolah di Boston, Pria Ini Mengeluh Rupiah 'Loyo'

- detikFinance
Selasa, 02 Des 2014 11:30 WIB
Butuh Dolar Buat Anak yang Sekolah di Boston, Pria Ini Mengeluh Rupiah Loyo
Jakarta - Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap rupiah. Di tempat penukaran uang (money changer), harga beli dolar AS bisa hampir Rp 12.300.

Misalnya di money changer Valuta Inti Prima (VIP) di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Di sini, menjual dolar AS dihargai Rp 12.255 sementara posisi beli di angka Rp 12.290.

Terus menguatnya mata uang Negeri Paman Sam ini dikeluhkan Hengki, seorang konsumen di money changer VIP. Dia menyebutkan terpilihnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memberi angin segar bagi rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden baru, dolar naik terus. Kok nggak turun-turun?" ucap Hengki kepada detikFinance di lokasi, Selasa (2/12/2014).

Hengki mengaku, dirinya aktif bertransaksi dolar AS untuk kebutuhan anaknya yang sekolah di luar negeri. "Saya punya rupiah, mau beli dolar. Untuk anak sekolah di luar negeri. Anak saya sekolah di Boston," ungkapnya.

Menurut Hengki, posisi dolar AS dari waktu ke waktu terus menunjukkan keperkasaannya. Dirinya bertransaksi menggunakan dolar AS mulai dari posisi Rp 6.000 hingga saat ini di level Rp 12.000.

"Dolar naik terus. Saya mulai transaksi waktu dolar masih Rp 6.000. Terus Rp 11.000, sekarang Rp 12.000. Waktu anak saya pertama sekolah itu dolar masih Rp 9.000, sekarang sudah mahal banget," tandasnya.

(drk/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads