Menanjak 22 Poin, IHSG Nyaris Hinggap di 5.200

Sesi I

Menanjak 22 Poin, IHSG Nyaris Hinggap di 5.200

- detikFinance
Selasa, 02 Des 2014 12:15 WIB
Menanjak 22 Poin, IHSG Nyaris Hinggap di 5.200
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 22 poin berkat aksi beli investor domestik. Neraca perdagangan RI yang surplus bulan lalu memberi dorongan positif.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 5,327 poin (0,10%) ke level 5.169,615 di tengah negatifnya bursa global dan regional.

Investor masih berani berburu saham-saham unggulan meski banyak sentimen negatif yang beredar. Indeks terus menanjak hingga ke titik tertingginya hari ini di 5.193.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (1/12/2014), IHSG bertambah 22,570 poin (0,44%) ke level 5.186,858. Sementara Indeks LQ45 melaju 4,657 poin (0,52%) ke level 895,356.

Aksi beli berhasil menahan Indeks di zona hijau. Saham-saham di sektor konstruksi memimpin penguatan, dibuntuti saham-saham komoditas.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 137.869 kali dengan volume 3,281 miliar lembar saham senilai Rp 2,614 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 96 turun, dan 67 saham stagnan.

Bursa-bursa regional yang pagi tadi melemah kini kompak menguat. Koreksi saham yang sudah terjadi kemarin dan pagi tadi langsung dimanfaatkan untuk aksi beli.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 39.71 poin (0,23%) ke level 17.629,81.
  • Indeks Hang Seng menguat 81,79 poin (0,35%) ke level 23.449,24.
  • Indeks Komposit Shanghai bertambah 18,99 poin (0,71%) ke level 2.699,14.
  • Indeks Straits Times tumbuh 27,72 poin (0,84%) ke level 3.333,36.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGMR) naik Rp 725 ke Rp 6.1425, Samudera Indonesia (SDMR) naik Rp 300 ke Rp 13.900, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 23.325, dan Indocement (INTP) naik Rp 225 ke Rp 25.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 250 ke Rp 5.400, Danayasa (SCBD) turun Rp 225 ke Rp 1.850, Matahari (LPPF) turun Rp 175 ke Rp 15.025, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 110 ke Rp 4.990.

(ang/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads