Menutup perdagangan, Selasa (1/12/2014), IHSG tumbuh 11,505 poin (0,22%) ke level 5.175,793. Sementara Indeks LQ45 melaju 2,879 poin (0,32%) ke level 893,578.
Wall Street ditutup positif berkat saham-saham energi yang rebound. Indeks Dow Jones mencetak rekor lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan, terutama didorong sentimen positif bursa global dan regional. Minat beli investor asing masih ada.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menanjak 194,31 poin (1,10%) ke level 17.857,53.
- Indeks Straits Times bertambah 1,73 poin (0,05%) ke level 3.324,05.
Rekomendasi untuk perdagangan hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Dow Jones Industrial Avg dan indeks S&P500 menguat sebesar +0,58% dan +0,64% seiring kenaikkan saham-saham di sektor bioteknologi dan energi, pada penutupan perdagangan semalam.
Dari pasar saham Asia, indeks Nikkei 225 dan indeks KOSPI Composite di Jepang dan Korea Selatan menguat +0,54% dan +0,12% pada perdagangan pagi ini, menyusul sentimen positif dari Tiongkok yang akan melonggarkan kebijakan moneternya dengan memangkas suku bunga.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi, seperti yang ditunjukkan oleh harga minyak mentah WTI dan emas Comex yang masing-masing turun -1,96% dan -0,18% ke posisi US$ 67,65 per barel serta US$ 1.197,20 per troy ounce.
Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS memberikan sentimen negatif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Kedepan, pelaku pasar menanti rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI), yang salah satunya akan membahas perihal suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan IHSG masih akan bergerak mixed dalam kisaran terbatas. Indeks akan bergerak di rentang resistance 5.198 dan support 5.118. IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat tipis ke level 5.175.
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 2 Desember 2014 ditutup menguat 0,22% pada level 5175, meskipun sempat fluktuatif di area positif. Sektor properti konstruksi menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp161,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang didorong oleh reli pada saham energi dan bioteknologi. Data construction spending yang mengalami kenaikan 1,1% pada Oktober dan lebih baik dari estimasi 0,6%, juga menimbulkan optimisme akan ekonomi AS. Dow Jones Composite kembali mencapai rekor tertinggi. Saham sektor energi mengalami kenaikan meskipun harga minyak mentah kembali melemah. Hal ini dapat disebabkan karena penurunan saham sektor energi beberapa waktu lalu yang terlalu cepat dan terlalu dalam. Penurunan harga minyak mentah ditengah output produksi minyak AS yang berada pada level tertinggi selama tiga dekade terakhir serta adanya indikasi melemahnya permintaan global. Menurut Menlu Venezuela, kemungk inan OPEC akan melakukan pertemuan darurat pada triwulan I mendatang. Sementara itu pejabat The Fed menyatakan bahwa turunnya harga minyak mentah akan mendorong kenaikan belanja masyarakat dan membantu pertumbuhan ekonomi. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG akan berada di kisaran level 5143-5212. Rekomendasi: ICBP, ADRO, BMRI, BBNI, ISAT, JSMR, ASII, BBTN, INTP.
(ang/ang)











































