Garuda Masih Rugi, Emirsyah Janji Tahun Depan Bisa Untung

Garuda Masih Rugi, Emirsyah Janji Tahun Depan Bisa Untung

- detikFinance
Kamis, 04 Des 2014 13:58 WIB
Garuda Masih Rugi, Emirsyah Janji Tahun Depan Bisa Untung
Jakarta - Kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih belum memuaskan. Pada triwulan III-2014 saja, maskapai pelat merah ini masih mencatat rugi bersih sebesar US$ 204 juta.

Kerugiannya membengkak 537% dari posisi pada periode yang sama tahun lalu yang hanya US$ 32,5 juta. Sementara pendapatan usaha mencapai US$ 2,8 miliar dalam 9 bulan pertama tahun ini yang sebelumnya sebesar US$ 2,6 miliar.

Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar berjanji untuk bisa terus memperbaiki kinerja Perseroan dengan target bisa menghasilkan keuntungan di tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun besok Garuda nggak akan rugi lagi," kata Emir saat ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Emir menjelaskan, kondisi perekonomian Indonesia di tahun depan yang diperkirakan akan lebih baik akan mendorong perbaikan kinerja perseroan.

Menurutnya, nilai tukar rupiah juga akan bisa stabil dan harga avtur diperkirakan akan turun.

"Kinerja 2015 akan jauh lebih bagus karena investasi kita tahun depan akan menghasilkan, harga avtur akan turun, rupiah lebih stabil," ungkapnya.

Emir menjelaskan, kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sangat mempengaruhi kinerja perseroan, di mana banyak biaya operasional seperti pembelian avtur menggunakan kurs dolar. Sementara, pembelian avtur menyumbang hingga 50% biaya operasional perseroan.

"Saat ini rupiah melemah hampir 18%. Pelemahan rupiah terhadap dolar berdampak ke kita, 55% revenue kita dalam bentuk rupiah, biaya operasional kita dolar dan kita nggak boleh naikkan harga," katanya.

Untuk bisa menggenjot kinerja perseroan di tahun depan, Emir menyebutkan, pihaknya akan melakukan beberapa langkah seperti meningkatkan utilisasi pesawat, fuel, rotasi cabin crew, dan peningkatan pelayanan.

"Dengan itu target pendapatan 2015 bisa ada peningkatan 10%," tandasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads