Perusahaan-perusahaan Grup Bakrie Ini Masuk Daftar Saham 'Gocap'

Perusahaan-perusahaan Grup Bakrie Ini Masuk Daftar Saham 'Gocap'

- detikFinance
Kamis, 04 Des 2014 14:12 WIB
Perusahaan-perusahaan Grup Bakrie Ini Masuk Daftar Saham Gocap
Jakarta - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus-terusan melemah sampai mendekati Rp 50 per lembar alias gocap. Ini merupakan titik terendah untuk harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham 'gocap' ini sudah tidak asing bagi perusahaan-perusahaan Grup Bakrie. Padahal dulu, perusahaan-perusahaan yang terkenal dengan 'Bakrie Tujuh' ini menjadi market maker alias penggerak pasar saham sebelum masa krisis 2008.

Berikut ini saham-saham perusahaan Bakrie yang tiarap di titik terendah, seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR)
Induk perusahaan dari seluruh emiten eks Bakrie Tujuh. Sahamnya sudah diam di Rp 50 per lembar dalam tiga tahun terakhir. Padahal tiga tahun lalu sahamnya sempat menyentuh Rp 87 per lembar, dan lima tahun lalu bahkan berada di Rp 144 per lembar.

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)
Perusahaan properti yang banyak membangun gedung-gedung Bakrie ini sahamnya tidak bergerak dalam satu tahun terakhir, yakni Rp 50 per lembar. Siapa sangka saham gocap ini dulu pernah menyentuh rekor tertingginya di Rp 700 per lembar.

PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP)
Saham perusahaan perkebunan sawit ini juga masuk kategori saham gocap. Padahal, sebelum krisis 2008 sahamnya masih diperdagangkan di kisaran ribuan rupiah, dengan titik tertinggi sepanjang masa di Rp 2.950 per lembar.

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
Satu lagi saham gocap dari eks Bakrie Tujuh. Saham perusahaan telekomunikasi ini sudah tidur sejak tiga tahun lalu. Dulu sahamnya pernah menyentuh level tertingginya sepanjang masa di Rp 451 per lembar.

PT Darma Henwa (DEWA)
Saham Darma Henwa juga termasuk eks Bakrie Tujuh dengan nilai saham gocap. Sebelum krisis ekonomi, sahamnya pernah mencapai level tertinggi di Rp 820 per lembar.

Mungkinkah saham BUMI menyusul dapat predikat saham 'gocap'?

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads