Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (5/12/2014), IHSG ditutup tumbuh 10,834 poin (0,21%) ke level 5.187,994. Sementara Indeks LQ45 naik 1,595 poin (0,18%) ke level 893,777.
Wall Street ditutup positif berkat kuatnya data tenaga kerja yang diumumkan akhir pekan. Data ini menunjukkan ekonomi AS sudah mulai membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sepekan, Indeks Dow Jones menguat 0,7%. Indeks S&P naik 0,4% dan merupakan pekan ketujuhnya yang positif berturut-turut. Sedangkan Indeks Nasdaq melemah 0,2%.
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa menguat dengan kisaran yang terbatas. Positifnya bursa global bisa memberi dorongan.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
Indeks Nikkei 225 melemah 40,39 poin (0,23) ke level 17.880,06.
Indeks Straits Times naik tipis 0,29 poin (0,01%) ke level 3.324,68.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatan, seiring dengan kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang dunia. Kenaikan ditunjukkan oleh indeks Dow Jones Industrial Avg dan indeks S&P500 yang masing-masing menguat +0,33% dan +0,17% pada akhir pekan lalu.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh resesi ekonomi yang dialami Jepang. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang naik +0,46% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,01%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas kembali mengalami koreksi. Harga inyak mentah WTI turun -1,77% ke level US$65,84 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -1,25% ke posisi US$1.190,40 per troy ounce.
Dari dalam negeri, biaya dana (cost of fund) perbankan mulai naik sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan (BI rate). Hitungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) biaya dana mulai naik 3 basis poin (bps) hingga 5 bps, sejak BI rate naik pertengahan November 2014 kemarin. Di sisi lain, kalangan perbankan juga menanti rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI) selanjutnya, yang akan digelar pada 11 Desember 2014.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Indeks akan bergerak di rentang resistance 5.250 dan support 5.118.
IHSG diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup menguat ke level 5.187.
Oso Securities
Pada akhir pekan lalu (05/12) IHSG kembali melanjutkan penguatannya. IHSG menguat 0.20% atau naik 10.83 poin menjadi 5,187.99. Rencana ECB yang akan mengucurkan stimulus tambahan membuat IHSG melanjutkan penguatannya di tengah rilisnya data cadangan devisa Indonesia yang mengalami penurunan menjadi US$111.4 miliar. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp737 miliar.
Sementara itu, indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan berhasil ditutup menguat, di mana Indeks Dow Jones naik 0.33% di level 17,958.79, Indeks S&P mengalami penguatan 0.17% menjadi 2,075.37 dan Indeks Nasdaq mengalami penguatan 0.24% menjadi 4,780.76. Positifnya data dari tenaga kerja AS seperti; Non Farm Payrolls yang mengalami kenaikan menjadi 321.000 dari sebelumnya 243.000 atau jauh berada di atas estimasi 230.000 membawa bursa Wall Street pada zona positif. Di sisi lain, tingkat pengangguran tetap di level 5.8% pada bulan November.
Hari ini kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas. Bursa Asia dibuka variatif. Secara teknikal, IHSG berada di bawah area upper bollinger bands dan membentuk candle inverted hammer. Indikator MACD bergerak menguat dengan histogram positif memendek, indikator stochastic oscillator berada pada area overbought. Kami perkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 5,165 dan resistance 5,208.
(ang/ang)











































