Berdasarkan data Reuters, saat ini dolar diperdagangkan di posisi Rp 12.345. Namun level tertinggi dolar AS ada di Rp 12.355, sementara terlemah di Rp 12.335.
Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI), mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah ini disebabkan faktor eksternal. Pemulihan ekonomi di AS menyebabkan investor berbondong-bondong masuk ke pasar Negeri Paman Sam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus, BI selalu ada di pasar untuk menjaga agar volatilitas rupiah tidak terlalu tinggi. Namun dia tidak menyebutkan apakah BI melakukan intervensi di pasar.
"Saya menekankan BI selalu ada di pasar. BI utamanya adalah menjaga volatilitas," tegasnya.
Selain itu, lanjut Agus, BI pun tidak menargetkan nilai tukar dalam posisi tertentu. BI hanya menjaga agar rupiah sejalan dengan fundamentalnya.
"BI tidak targetkan satu nilai tukar tertentu. Kita harus pahami, sekarang ini ada gejala regional melemah. Harus bersiap diri untuk itu," katanya.
(hds/hen)











































