Pada 2006, setahun setelah dirinya menjadi Dirut Garuda, Emir menuturkan, aset Garuda adalah US$ 1,1 miliar. Saat ini, aset Garuda sudah nyaris US$ 3 miliar atau sekitar Rp 36 triliun.
Utang Garuda yang jumlahnya meningkat saat ini, ujar Emir, merupakan hal yang wajar karena digunakan untuk meningkatkan ekspansi dan nilai perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Emir mengatakan, jumlah pesawat Garuda juga bertambah pesat dari 49 unit menjadi 160 unit saat ini. Pendapatan Garuda, ujar Emir, juga naik 3 kali lipat.
"Jadi kalau perusahaan mau besar nggak mungkin nggak ada utang, kecuali pemegang sahamnya kaya dan mau suntik modal," jelas Emir.
(dnl/hds)











































