Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pelemahan rupiah ini menimbulkan dampak positif dan negatif bagi perekonomian.
"Ya ada hal positif dan negatif, kalau positifnya ekspor baik, dan negatifnya tentu impornya menjadi mahal. Tapi itu kan nggak apa-apa mengurangi defisit (neraca perdagangan) artinya," kata JK di kantor Wapres, Jakarta, Senin (15/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini, ujar JK, akan menjadi acuan pemerintah dalam melakukan perubahan APBN 2015.
(dnl/ang)











































