Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup ambruk ke posisi Rp 12.705 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.410 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 36,17 poin atau 0,7% ke level 5.124,26. IHSG bergerak mengikuti Wall Street yang juga terkoreksi cukup dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG jatuh 45,593 poin (0,88%) ke level 5.114,840. Tekanan jual sudah mendera Indeks sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.
Posisi terendah IHSG hari ini ada di level 5.094. Investor asing terus mengurangi kepemilikan sahamnya dengan aksi jual.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (15/12/2014), ditutup anjlok 52,001 poin (1,01%) ke level 5.108,432. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 8,888 poin (1%) ke level 879,132.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 771,946 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 266.811 kali dengan volume 9,398 miliar lembar saham senilai Rp 5,082 triliun. Sebanyak 92 saham naik, 229 turun, dan 58 saham stagnan.
Investor global dan regional menunggu pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves pekan ini. Aksi jual membuat bursa-bursa di Asia rata-rata melemah.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 272,18 poin (1,57%) ke level 17.099,40.
- Indeks Hang Seng melemah 221,35 poin (0,95%) ke level 23.027,85.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 15,25 poin (0,52%) ke level 2.953,42.
- Indeks Straits Times jatuh 36,77 poin (1,11%) ke level 3.287,36.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain SMART (SMAR) turun Rp 1.450 ke Rp 6.500, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 1.100 ke Rp 5.600, Indocement (INTP) turun Rp 675 ke Rp 24.400, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 550 ke Rp 24.400.
(ang/hds)











































