Penguatan Dolar AS Beri IHSG Sentimen Negatif

Sesi I

Penguatan Dolar AS Beri IHSG Sentimen Negatif

- detikFinance
Selasa, 16 Des 2014 08:44 WIB
Penguatan Dolar AS Beri IHSG Sentimen Negatif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin anjlok 52 poin akibat aksi jual investor asing. Dana asing mengalir ke luar lantai bursa senilai Rp 771 miliar.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (15/12/2014), ditutup anjlok 52,001 poin (1,01%) ke level 5.108,432. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 8,888 poin (1,00%) ke level 879,132.

Wall Street kembali melemah mengikuti turunnya harga minyak dunia. Kekhawatiran akan melambatnya ekonomi global juga melanda investor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones berkurang 99,99 poin (0,58%) ke level 17.180,84, Indeks S&P 500 kehilangan 12,7 poin (0,63%) ke level 1.989,63 dan Indeks Komposit Nasdaq anjlok 48,44 poin (1,04%) ke level 4.605,16.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan melemah karena banyaknya sentimen negatif, mulai koreksi pasar global, lemahnya harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 290,36 poin (1,70%) ke level 16.809,04.
  • Indeks Straits Times melemah 19,98 poin (0,61%) ke level 3.274,16.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Senin (15/12) IHSG turun 52 poin (-1,01) ke level 5.108,43 setelah harga minyak kembali turun dan menarik sejumlah harga komoditas lainnya.

Saham-saham yang menjadi pemberat bursa a.l. BBCA, ASII, TLKM, BBRI, dan BMRI dimana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 875,9 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing a.l. BMRI, TLKM, BBRI, BBNI, dan BBCA.

Secara teknikal, indeks turun disertai volume dengan MA(5,20) berpeluang deathcross namun meninggalkan gap di 5.126-5.151. Stochastic, RSI, dan MACD negatif.

Hari ini (16/12) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.075-5.150 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, BMRI, BMTR, IMAS, dan KLBF.

Rupiah Senin (15/2) ditutup di level 12.698 dan hari ini (16/12) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.565-12.731 dengan kecenderungan menguat.

Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 15 Desember 2014 ditutup melemah 1,01% pada level 5108. Sektor perkebunan menyumbangkan pelemahan terbesar. Sektor konsumer satu-satunya yang menguat. Investor asing melakukan net sell senilai Rp828,1 miliar. Pelemahan IHSG antara lain disebabkan oleh depresiasi rupiah yang tajam. Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup melemah akibat berlanjutnya koreksi harga minyak mentah, meskipun terdapat sentimen positif dari data industrial production dan aksi korporasi emiten. Harga minyak mentah telah melemah 16% pada bulan ini setelah OPEC menurunkan proyeksi akan kebutuhan minyak mentah dunia tahun 2015, serta IEA menurunkan proyeksi akan permintaan minyak mentah dan kenaikan suplay minyak di luar negara OPEC. Pada awal sesi, indeks dibuka menguat yang dipicu oleh data industrial production bulan November yang mengalami kenaikan sejak Mei 2010.menunggu hasil pertemuan The Fed pada Selasa dan Rabu pekan ini, yang diperkirakan ak an mempertahankan suku bunganya pada level rendah untuk waktu yang akan dipertimbangkan. Pasar menantikan komentar dan perkembangan terbaru dari The Fed mengenai waktu dan tahapan kenaikan suku bunga The Fed. Indeks Harga Saham Gabungan hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5071-5143. Rekomendasi: ICBP, CPIN, AKRA, SMRA, PTPP, BBRI, SSMS, BBTN, INDF.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads