Karena kebijakan ini, nilai tukar ruble menguat tajam, dari sebelumnya yang anjlok paling dalam sejak 1998.
"Keputusan ini bertujuan untuk membatasi depresiasi ruble dan menahan risiko inflasi," demikian pernyataan bank sentral Rusia dilansir dari Reuters, Selasa (16/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prospek ekonomi Rusia memang tidak bagus sejak pertengahan tahun ini. Banyak modal asing yang keluar, karena sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika Serikat (AS) dan Eropa Barat.
(dnl/hds)











































