Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, mata uang Rusia, yaitu ruble sudah kolaps.
"Yang terjadi hari ini adalah Rusia mata uangnya kolaps," kata Bambang saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (16/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rusia itu dianggap emerging economy seperti kita, pasti ada imbasnya ke kita. Kemarin juga Rusia langsung menaikkan policy rate-nya tinggi sekali, ini pasti akan mempengaruhi pergerakan uang di dunia," jelas dia.
Seperti diketahui, bank sentral Rusia memutuskan kenaikan suku bunga acuan menjadi 17% dari 10,5%. Langkah darurat ini dilakukan karena mata uang ruble dan harga minyak yang anjlok, serta sanksi ekonomi dari Barat yang mengancam terjadinya resesi ekonomi.
Karena kebijakan ini, nilai tukar ruble menguat tajam, dari sebelumnya yang anjlok paling dalam sejak 1998.
(dnl/hds)











































