Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG jatuh 40,482 poin (0,79%) ke level 5.067,950 kena tekanan jual akibat melemahnya nilai tukar rupiah.
Seluruh sektor saham terkena tekanan jual. Tak satu pun sektor yang berhasil menguat. Aksi jual didominasi investor asing yang khawatir akan pelemahan nilai tukar rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi beli masih terjadi di saham-saham perkebunan dan aneka industri, tapi tak mampu bawa IHSG positif. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau hingga siang hari ini.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 194.214 kali dengan volume 5,014 miliar lembar saham senilai Rp 4,025 triliun. Sebanyak 35 saham naik, 268 turun, dan 51 saham stagnan.
Bursa-bursa regional rata-rata masih melemah hingga siang hari ini. Hanya bursa saham Tiongkok yang bisa positif berkat rencana pemberian stimulus oleh pemerintah setempat.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 324,72 poin (1,90%) ke level 16.774,68.
- Indeks Hang Seng jatuh 325,37 poin (1,41%) ke level 22.702,48.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 21,95 poin (0,74%) ke level 2.975,37.
- Indeks Straits Times amblas 65,52 poin (1,99%) ke level 3.228,62.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.200 ke Rp 57.525, Indocement (INTP) turun Rp 1.175 ke Rp 23.225, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.010, dan Mayora (MYOR) turun Rp 825 ke Rp 21.925.
(ang/hds)











































