Broker Ini Prediksi IHSG Tembus 6.350 Akhir Tahun Depan

Broker Ini Prediksi IHSG Tembus 6.350 Akhir Tahun Depan

- detikFinance
Rabu, 17 Des 2014 15:11 WIB
Broker Ini Prediksi IHSG Tembus 6.350 Akhir Tahun Depan
Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun depan diperkirakan akan meroket tajam. Berbagai indikator pendorong perbaikan ekonomi Indonesia yang sudah ada seperti penghematan anggaran dari pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi sentimen positif di pasar saham.

Head of Equity Research Mandiri Sekuritas John Rachmat memprediksi IHSG bisa menembus level 6.350 di tahun depan.

"Tahun depan kita prediksikan IHSG di angka 6.350, ada kenaikan sekitar 24-25%," ujarnya di acara Update Pencapaian Mandiri Sekuritas di Tahun 2014 serta Outlook Pasar Modal Indonesia di Tahun 2015, di Kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

John menjelaskan, pemangkasan subsidi BBM ini membuat negara punya ruang fiskal yang lebih lebar untuk pembangunan infrastrktur yang lebih baik. Ini jadi sentimen positif di pasar.

Selain itu, kondisi politik dalam negeri tahun depan diperkirakan sudah mulai kondusif. Tahun depan, hal yang jadi perhatian adalah soal persetujuan APBNP 2015. Selama tidak ada tarik-menarik yang alot di DPR, pasar akan kondusif.

"Subsidi BBM sudah dipangkas. Situasi politik selesai, APBNP akan disetujui DPR di Februari, saat ini banyak investor skeptis karena presiden bagus tapi apa artinya kalau kandas di DPR, jadi kalau di DPR selesai, positif," jelas dia.

Lebih jauh John menjelaskan, partai oposisi di tahun depan juga diperkirakan tidak akan menghambat kinerja pemerintahan saat ini. Bahkan, beberapa di antaranya justru akan merapat.

"KMP gembos di Maret-April, satu atau 2 lebih partai di KMP akan nyebrang, bisa Golkar, Demokrat, PAN," katanya.

Hal lain yang juga mendorong sentimen positif di pasar adalah soal peringkat S&P terhadap investasi Indonesia yang diperkirakan akan naik.

"Menurut S&P, kebijakan fiskal kita konservatif, infrastruktur sangat under, sekarang presiden baru sudah fokus ke situ, sehingga ada respect dari S&P di bulan April, saat ini peringkat kita stabil dan akan naik," terangnya.

Sementara itu, John menyebutkan, IHSG di tahun ini diperkirakan akan mencapai level 5.300. Namun begitu, apabila Bank Sentral AS memberikan sinyal untuk mempercepat kenaikan suku bunga acuannya, maka IHSG bisa anjlok ke level 4.900.

"Kamis malam AS atau Jumat shubuh di Indonesia, The Fed akan memberikan statement soal kenaikan suku bunganya, apabila beri sinyal suku bunga akan dinaikkan cepat maka IHSG bisa turun di bawah 4.900. Saya percaya sekali FOMC tidak akan naikkan dalam waktu dekat," pungkasnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads