Saham tambang Grup Bakrie ini sudah mengalami tekanan jual sejak akhir pekan lalu. Hari ini, saat pasar berhasil rebound, saham BUMI malah terus turun dan hampir menyentuh harga Rp 50 per lembar alias gocap.
Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/12/2014), saham BUMI hari ini ditutup di posisi Rp 57 per lembar, terpangkas 6 poin (9,5%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor domestik yang paling semangat menjual saham BUMI hari ini, investor asing juga tak mau ketinggalan. Investor khawatir akan kinerja tambang Bakrie ini gara-gara nilai tukar dolar AS yang menguat hingga nyaris Rp 13.000.
Pasalnya, utang-utangnya BUMI mayoritas dalam bentuk mata uang asing. Lonjakan rupiah berarti lonjakan pula di beban utangnya.
Pekan lalu sahamnya masih berada di level Rp 71 per lembar dan ditutup turun ke Rp 69 per lembar. Menutup perdagangan awal pekan, sahamnya kembali turun ke Rp 68 per lembar.
Pada perdagangan Selasa kemarin, harga sahamnya kembali terpangkas ke level Rp 63 per lembar. Koreksi harga saham BUMI kembali terjadi hari ini, sampai di level Rp 57 per lembar.
(ang/dnl)











































