Mirza Adtyaswara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), mengatakan kurs yang baik adalah yang agak melemah. Ini dibutuhkan untuk membuat ekspor lebih kompetitif.
"Kurs yang baik adalah yang sedikit undervalued. Posisi kurs ini sangat baik untuk menggenjot ekspor dan menurunkan impor," kata Mirza di gedung BI, Jakarta, Rabu (17/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila pergerakan kurs (dolar AS) Rp 11.900-12.300, maka ituโ tidak masalah buat kita. Bila itu terjadi, maka BI tidak melakukan intervensi karena kurs itu cocok untuk kita," ungkapnya.
Bila rupiah sampai melebihi kisaran itu, lanjut Mirza, maka BI pasti akan mengintervensi.
"Makanya saya selalu bilang, kita hadir di pasar. Kurs yang sedikit undervalued itu bagus untuk kita," tuturnya.
Mirza mengatakan, hari ini pun BI tetap melakukan intervensi di pasar. Dia enggan menyebutkan angka tertentu, tetapi yang jelas intervensi yang dilakukan tidak terlalu banyak.
"Hari ini kita tetap hadir di pasar, tapi tidak sebanyak yang kemarin. Kita juga hadir di pasar SBN (Surat Berharga Negara)," kata Mirza.
(hds/dnl)











































