Membuka perdagangan pagi tadi, seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/12/2014), saham berkode BUMI itu dibuka sempat naik 2 poin hingga ke level Rp 59 per lembar.
Penguatannya seiring dengan tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang rebound cukup tinggi. Tapi sayangnya, sementara IHSG tetap melambung, saham BUMI malah turun lagi sampai ke posisi terendahnya hari ini di Rp 52 per lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham perusahaan tambang Grup Bakrie ini pernah menjadi market maker alias penggerak pasar di masa jayanya. Namun apa daya, nasib berkata lain dan saham BUMI sekarang sudah masuk tren melemah.
Sahamnya pernah menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di harga Rp 8.750 per lembar pada 10 Juni 2008 atau sebelum krisis finansial global.
(ang/dnl)











































