Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melaju 40,577 poin (0,81%) ke level 5.076,226 melanjutkan penguatan kemarin. The Federal Reserve yang tak mau tergesa-gesa dalam menaikkan tingkat suku bunganya menjadi sentimen positif.
Meski ada sentimen positif tapi investor asing masih terus melepas saham. Penguatan kali ini didorong oleh aksi beli investor domestik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks berhasil menghindari zona merah hingga siang hari ini. Posisi tertinggi yang bisa diraih Indeks ada di level 5.097.
Transaksi beli banyak dilakukan investor domestik. Seluruh sektor saham berhasil menguat, dipimpin oleh sektor konstruksi yang naik paling tinggi.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 201.925 kali dengan volume 4,58 miliar lembar saham senilai Rp 3,618 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 81 turun, dan 76 saham stagnan.
Rata-rata bursa di regional melenggang di zona hijau, seperti pasar saham jepang yang meroket hingga hampir 2,5%. Bursa Tiongkok jadi satu-satunya yang melemah karena sudah naik tinggi awal pekan ini.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 417,16 poin (2,48%) ke level 17.236,89.
- Indeks Hang Seng melompat 301,86 poin (1,34%) ke level 22.887,70.
- Indeks Komposit Shanghai turun 9,91 poin (0,32%) ke level 3.051,11.
- Indeks Straits Times naik 9,51 poin (0,29%) ke level 3.236,74.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 1.000 ke Rp 5.600, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 355 ke Rp 3.300, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 250 ke Rp 4.500, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 100 ke Rp 7.800.
(ang/hds)











































