Proses konsolidasi di perusahaan perkebunan pelat merah tersebut belum selesai sepenuhnya sehingga belum bisa menghasilkan keputusan pasti untuk segera mencatatkan saham PTPN VII melalui Initial Public Offering (IPO).
Associate Director Investment Banking Mandiri Sekuritas Muhammad Hanugroho mengungkapkan, pihaknya memastikan PTPN VII belum bisa go public di tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanugroho menjelaskan, proses perseroan untuk bisa mengantarkan PTPN VII ke lantai bursa memang sangat panjang. Sebelum go public, beberapa perusahaan perkebunan ini harus membentuk holding terlebih dulu. Pembentukan holding ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi, proses menuju lantai bursa juga harus melalui persetujuan DPR.
"Kan harus dibahas di DPR juga. Proses holding PTPN ini memang lama. Dari tahun 2002 restrukturisasi, 2005 juga tapi implementasi holding baru 2014. Setelah itu juga kan harus konsolidasi dulu, ini nggak gampang. Jadi untuk IPO 2015 nggak mungkin. Prosesnya lama," jelas dia.
Lebih jauh dia menjelaskan, setelah proses konsolidasi selesai, pihaknya baru bisa menentukan teknis penyelenggaraan IPO, jumlah dan besaran saham yang akan dilepas dan penggunaan dananya.
"Kita belum bisa memastikan kapan, nanti kalau konsolidasi sudah selesai, baru tahu pakai buku apa, kebutuhan berapa, IPO ini lebih untuk capital structure. Last option kan IPO buat benerin capital restructure," katanya.
Menurutnya, jika IPO PTPN VII terlaksana, tidak menutup kemungkinan ini merupakan IPO holding BUMN terbesar sepanjang sejarah.
"Ini holding gede, bisa dibilang largest in the world. Total equity holding saja Rp 22 triliun. Bayangin asetnya berapa bisa Rp 70-80 triliun," pungkasnya.
(drk/ang)











































