Menurut Direktur Utama SSMS Rimbun Situmorang, akuisisi ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas cadangan tanah perusahaan, sambil tetap menjaga tingkat produktivitas yang tinggi.
"Tanggal 30 Desember pekan depan akan diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham atas aksi korporasi Perseroan tersebut. Sebab, ini merupakan transaksi material dan terafiliasi,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga memprediksi perusahaan akan meraup laba sekitar Rp 735 miliar di akhir tahun ini. Laba ini juga akan makin tinggi di tahun 2015 mendatang.
"Kami perkirakan, laba bersih kami tahun 2014 ini akan mencapai Rp 735 miliar, meningkat sekitar 16,4% dibanding perolehan laba bersih tahun 2013 lalu. Kami optimis, tahun 2015 mendatang pun kinerja kami akan semakin membaik," katanya.
Ia mengatakan, laba bersih selama sembilan bulan pertama tahun ini tumbuh 39,9% menjadi Rp 477,6 miliar. Pada periode yang sama, penjualan perseroan juga naik 23,6% dibanding periode sama tahun lalu, menjadi Rp 1,5 triliun.
Saat ini perseroan punya total 78.070 hektar yang berada pada wilayah karakteristik tanah mineral pada median yang datar. Di wilayah tersebut, per September 2014 ini, 34.064 hektare merupakan lahan tertanam.
Sekitar 97% dari total hamparan tanah dalam pengusahaan Perseroan telah memiliki Hak Guna Usaha atau Izin Lokasi. Secara geografis terkonsentrasi dengan area perkebunan dan pabrik dalam radius 50 kilometer.
"Lokasi perkebunan kami strategis di sepanjang jalan raya Trans Kalimantan, berdekatan dengan refinery, Pelabunan Kumay dan Bandara Iskandar," katanya.
Ia menambahkan, sekitar 39.081 hektar lahan siap dikembangkan sebagai fondasi pertumbuhan Perseroan. Dengan usia rata-rata sekitar 7,7 tahun, profil usaha pohon di perkebunan SSMS berimbang dengan 52,7% 'menghasilkan', 43,9% 'muda menghasilkan' dan sisanya hanya 3,4% 'belum menghasilkan'.
"Kami saat ini mengoprasikan empat pabrik kelapa sawit yang memproduksi minyak sawit mentah atau CPO. Pabrik kami ada di Sulung, Natai Raya, Suayap dan Selangkun, dengan kapasitas produksi total semuanya mencapai 1.530.000 metrik ton FFB per tahun," kata Sekretaris Perusahaan SSMS Hadi Susilo.
(ang/ang)










































