Pemerintah telah menyiapkan dana sedikitnya Rp 12 triliun untuk bisa menyerap 2/3 dari penerbitan saham baru tersebut. Atas rencana ini, saham-saham perusahaan pelat merah tersebut kompak menguat.
Hingga pukul 09.48 WIB, Selasa (23/12/2014), saham ANTM naik 45 poin atau 4,57% ke level Rp 1.030, sementara saham WSKT meningkat 50 poin atau 3,69% ke angka Rp 1.405. Saham ADHI juga ikut naik 30 poin atau 1% ke level Rp 3.030.
Perlu diketahui, pemerintah telah menyiapkan dana sedikitnya Rp 12 triliun untuk menyerap rencana penerbitan saham baru atau rights issue 3 perusahaan BUMN yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
Rencananya, rights issue ini akan dilakukan pada 2015 mendatang.
"Tahun depan kalau disetujui DPR. Sekitar Rp 12 triliun untuk rights issue 3 BUMN," kata Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, tadi malam.
Dia menjelaskan, rencana tersebut sudah diajukan kepada komite privatisasi dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.Β
Penyediaan dana sebesar Rp 12 triliun tersebut dalam rangka untuk tetap mempertahankan posisi pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas di masing-masing perusahaan.
Pemerintah akan mengalokasikan dana rights issue dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.
Dengan penerbitan saham baru ini, Imam menyebutkan, pemerintah tidak ingin kehilangan kepemilikan mayoritasnya.
"Yang jelas kementerian itu dan negara dan komitmennya dengan DPR itu kita tetap megang majority. Untuk mempertahankan kepemilikan di 3 BUMN itu soalnya masih ada yang longgar kayak Antam itu kepemilikan 65%, Waskita 67%, Adhi 51%," jelas dia.
Imam mengungkapkan, perolehan dana hasil rights issue ini nantinya akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur masing-masing perusahaan.
Untuk Antam, akan digunakan untuk pembangunan smelter.
"Kita mau percepatan infrastruktur, pembuatan smelter yang Antam," katanya.
Di tempat yang sama, Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa Keuangan, Konstruksi, dan jasa lain Gatot Trihargo menambahkan, dari rencana rights issue tersebut, investor publik diperkirkaan dapat menyerap saham baru yang diterbitkan perseroan maksimum 1/3 dari total right issue, sementara pemerintah bisa menyerap sekitar 2/3 dari total dana right issue.
"Pasti kita meng-HMETD-nya supaya tidak terdilusi, tinggal nanti lihat harganya. 1/3 nya publik, 2/3 nya kita," pungkasnya.
(drk/ang)











































