Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida saat acara konferensi pers penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Menurutnya, pengaruh suhu politik akibat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Juli 2014 tidak menyurutkan optimisme investor untuk tetap bertransaksi di pasar modal Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, pada 8 September 2014, IHSG telah berhasil mencatatkan rekor indeks tertinggi sepanjang sejarah dengan ditutup pada level 5.246,489.
Peningkatan persentase level IHSG hanya di bawah Bursa Shanghai dengan kenaikan 49,72%, Bursa India 28,52%, dan Philipina 22,76%.
Level IHSG di sepanjang 2014 telah melebihi Bursa Thailand sebesar 15,15%, Indeks Nikkei Jepang 8,83%, Bursa Singapura 6,32%, Bursa Hongkong 2%, Bursa Australia 1,75%, Indeks Indeks FTSE 100 Inggris -1,71%, Bursa Korea -4,15%, Indeks Dow Jones Amerika Serikat -4,95%, dan Bursa Malaysia -5,28%.
Bahkan secara jangka panjang, pertumbuhan IHSG dalam enam tahun terakhir 2008-29 Desember 2014 tercatat berada di urutan kedua dengan jumlah pertumbuhan return sebesar 282,05%.
Sedangkan nilai kapitalisasi pasar saham meningkat sebesar 22,76% dari Rp 4.219 triliun pada akhir Desember 2013 menjadi Rp 5.179 triliun pada 29 Desember 2014.
(drk/ang)