Pasar modal Indonesia masuk jajaran pasar modal dengan pertumbuhan empat terbaik di regional setelah Tiongkok, India, dan Filipina.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan 22,29% yaitu dari 4.274,177 pada akhir 2013 menjadi 5.226,947 di hari terakhir perdagangan 2014.
Bahkan, pada 8 September 2014, IHSG telah berhasil mencatatkan rekor indeks tertinggi sepanjang sejarah dengan ditutup pada level 5.246,489.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indeks kita salah satu yang terbaik di Asia Pasifik. Diharapkan investor lokal bisa terus bertambah dan berkontribusi," ujar Muliaman saat acara penutupan perdagangan bursa yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Dia menjelaskan, selain penambahan jumlah investor domestik, pasar modal juga diharapkan bisa menjadi alternatif pembiayaan jangka panjang ke depannya.
"Ada keinginan kuat, kita semua ingin agar pasar modal jadi alternatif atau sumber pembiayaan di masa datang," katanya.
Muliaman meminta kepada JK untuk bisa ikut mendorong kinerja pasar modal Indonesia melalui ajakan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi.
"Terimakasih kepada Pak Wapres sudah bersedia hadir, kita ingin mendengarkan arahan beliau terkait pasar modal, apa yang perlu dijadikan perhatian bagi investor muda agar efektif dan bermanfaat," terangnya.
Muliaman menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendalaman pasar modal dengan mempermudah investasi di pasar modal baik saham, obligasi, dan lain-lain.
"Pendalaman akan menjadi agenda kita, tidak hanya mereka yang ingin menerbitkan saham atau surat utangnya tapi yang lain-lain," tandasnya.
(drk/ang)











































