Kerugian ini bengkak 46% dibandingkan kerugian di tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 1,5 triliun. Labanya turun sejalan dengan berkurangnya pendapatan bersih perusahaan dari Rp 1,5 triliun menjadi hanya Rp 1 triliun.
Seperti dikutip dari laporan kinerja Bakrie Telecom, Selasa (30/12/2014), beban operasional perusahaan hanya turun tipis, tak sebanding dengan penurunan omzet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu operator Esia ini mencatat rugi usaha sebesar Rp 391 miliar dibandingkan dengan laba usaha sebesar Rp 100 miliar di akhir September 2013. Setelah dipotong pajak dan lain-lain, Bakrie Telecom pun mencatat rugi Rp 2,2 triliun.
(ang/hen)











































