"Kita harus melihat pelemahan rupiah dari 2 sisi. Jangan dianggap kita mau kiamat karena rupiah melemah," ujar JK di depan para investor pasar modal dalam acara penutupan perdagangan saham 2014 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Di sektor keuangan, lanjut JK, mungkin pelemahan rupiah adalah petaka. Namun bagi pengusaha sektor riil, terutama yang merambah pasar ekspor, pelemahan rupiah justru menjadi berkah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK pun berpesan bahwa dunia ini tidak hanya sebatas di Jakarta dan sektor keuangan. Segala sesuatu harus disikapi secara lebih luas.
"Nggak semua yang susah. Dunia bukan di sini saja. Ada di Medan, Makassar, hingga Ambon," tuturnya.
Namun, JK juga ingin agar nilai tukar rupiah ke depan lebih stabil. Caranya adalah meningkatkan ekspor dan menjamin devisa disimpan di dalam negeri.
"Persepsi eksportir angkut batu bara dan sawit dianggap sukses. Sukses di mata pemerintah ialah melihat dari devisa yang masuk. Makanya ekspor nanti harus lewat L/C agar perdagangan disiplin, sehingga yang masuk bisa lebih baik," jelasnya.
(feb/hds)










































