Dolar Sempat Nyaris Sentuh Rp 13.000, JK: Jangan Dianggap Mau Kiamat!

Dolar Sempat Nyaris Sentuh Rp 13.000, JK: Jangan Dianggap Mau Kiamat!

- detikFinance
Selasa, 30 Des 2014 18:48 WIB
Dolar Sempat Nyaris Sentuh Rp 13.000, JK: Jangan Dianggap Mau Kiamat!
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat melemah cukup tajam hingga hampir menyentuh Rp 13.000/US$. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), tidak semua pihak menderita akibat kejadian ini.

"Kita harus melihat pelemahan rupiah dari 2 sisi. Jangan dianggap kita mau kiamat karena rupiah melemah," ujar JK di depan para investor pasar modal dalam acara penutupan perdagangan saham 2014 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Di sektor keuangan, lanjut JK, mungkin pelemahan rupiah adalah petaka. Namun bagi pengusaha sektor riil, terutama yang merambah pasar ekspor, pelemahan rupiah justru menjadi berkah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau financial market mengeluh, tapi sektor riil yang bagus. Di luar Jawa seperti sektor pertanian, di Sumatera, dan Sulawesi yang pesta. Rupiah Rp 13.000-15.000, mereka pesta," kata JK.

JK pun berpesan bahwa dunia ini tidak hanya sebatas di Jakarta dan sektor keuangan. Segala sesuatu harus disikapi secara lebih luas.

"Nggak semua yang susah. Dunia bukan di sini saja. Ada di Medan, Makassar, hingga Ambon," tuturnya.

Namun, JK juga ingin agar nilai tukar rupiah ke depan lebih stabil. Caranya adalah meningkatkan ekspor dan menjamin devisa disimpan di dalam negeri.

"Persepsi eksportir angkut batu bara dan sawit dianggap sukses. Sukses di mata pemerintah ialah melihat dari devisa yang masuk. Makanya ekspor nanti harus lewat L/C agar perdagangan disiplin, sehingga yang masuk bisa lebih baik," jelasnya.

(feb/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads