Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menyebutkan, rata-rata nilai transaksi harian saham periode Januari-Desember 2014 sebesar Rp 5,99 triliun, turun sebesar 3,93% dibandingkan dengan periode yang sama di 2013, yaitu sebesar Rp 6,24 triliun.
"Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian saham periode Januari-Desember 2014 naik dibandingkan dengan periode yang sama di 2013 sebesar 38,36% dari 153.686 kali transaksi menjadi 212.643 kali transaksi," kata Nurhaida saat acara penutupan perdagangan bursa, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai dengan 18 Desember 2014, aktivitas transaksi di pasar obligasi konvensional, syariah, dan sukuk korporasi serta Efek Beragun Aset (EBA) yang berdenominasi Rupiah mencapai Rp 163,04 triliun atau turun sebesar 12,21% dibandingkan di 2013, yaitu Rp 185,72 triliun.
Sementara itu, frekuensi transaksi selama di 2014 mencapai 21.466 kali atau naik sebesar 7,39% dibandingkan 2013 yang sebesar 19.989 kali.
Rata-rata transaksi harian turun dari Rp 751,90 miliar per hari di sepanjang 2013, menjadi Rp 670,94 miliar per hari di 2014, atau turun sebesar 10,77%.
Sedangkan untuk aktivitas transaksi di pasar obligasi konvensional yang berdenominasi Dolar AS mencapai US$ 10,27 juta atau turun sebesar 42.28% dibandingkan 2013, yaitu sebesar US$ 17,80 juta.
Frekuensi transaksi obligasi konvensional yang berdenominasi Dolar AS selama 2014 mencapai 17 kali atau turun sebesar 29,17% dibandingkan di 2013 sebesar 24 kali. Rata-rata transaksi harian turun dari US$ 72,07 ribu per hari di 2013 menjadi US$ 42,28 ribu per hari di 2014, atau turun sebesar 41,33%.
Sampai dengan 29 Desember 2014, aktivitas transaksi SBN termasuk Obligasi Negara Ritel (ORI) yang berdenominasi Rupiah mencapai Rp 2.829,01 triliun atau naik sebesar 50.66% dari Rp 1.877,74 triliun pada periode 2013.
Frekuensi transaksi di periode 2014 mencapai 159.000 kali, naik sebesar 30,80% dibandingkan di sepanjang 2013 sebesar 121.561 kali.
Sedangkan rata-rata transaksi harian naik dari Rp 7,60 triliun per hari di 2013 menjadi Rp 11,59 triliun per hari di 2014 atau naik sebesar 52,51%.
Sedangkan untuk aktivitas transaksi SBN yang berdenominasi Dolar AS mencapai US$ 139,45 juta atau naik sebesar 533,88% dibandingkan dengan di 2013, yaitu sebesar US$ 22,00 juta.
Frekuensi transaksi SBN yang berdenominasi dolar AS selama 2014 mencapai 26 kali atau naik sebesar 550,00% dibandingkan periode 2013 sebesar 4 kali.
Rata-rata transaksi harian naik dari US$ 550 ribu per hari pada periode 2013 menjadi US$ 571,53 ribu per hari pada periode 2014, atau naik sebesar 3,91%.
(drk/ang)










































