Pasar Saham RI 2014, Nilai Transaksi Turun Tapi Pertumbuhan Tertinggi ke-4 di Asia

Pasar Saham RI 2014, Nilai Transaksi Turun Tapi Pertumbuhan Tertinggi ke-4 di Asia

- detikFinance
Rabu, 31 Des 2014 09:30 WIB
Pasar Saham RI 2014, Nilai Transaksi Turun Tapi Pertumbuhan Tertinggi ke-4 di Asia
Jakarta - Perdagangan terakhir Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah ditutup kemarin. Kinerja pasar saham termasuk yang tumbuh tinggi di regional bahkan di Asia.

Penutupan perdagangan kemarin dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersama Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, petinggi otoritas pasar modal.

Berikut ini fakta seputar pasar saham Indonesia sepanjang 2014, seperti dirangkum detikFinance, Rabu (31/12/2014).

Melonjak 48 Poin di Perdagangan Terakhir

IHSG menutup perdagangan terakhir 2014 dengan melonjak 48 poin. Aksi beli selektif di saham-saham unggulan berhasil menahan posisi IHSG tetap positif. Maraknya aksi beli jelang penutupan perdagangan langsung membuat IHSG melambung.

Menutup perdagangan terakhir tahun ini, IHSG melonjak 48,574 poin (0,94%) ke level 5.226,947. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,767 poin (0,65%) ke level 898,581

Tertinggi Keempat di Regional

Pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date tercatat sebagai yang tertinggi keempat jika dibandingkan dengan bursa-bursa utama di kawasan regional dan dunia.

IHSG sepanjang tahun 2014 tercatat naik 22% menjadi 5.226,947. Pengaruh suhu politik akibat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Juli 2014 tidak menyurutkan optimisme investor untuk tetap bertransaksi di pasar modal Indonesia.

Peningkatan persentase level IHSG hanya di bawah Bursa Shanghai dengan kenaikan 49,72%, Bursa India 28,52%, dan Philipina 22,76%.

Level IHSG di sepanjang 2014 telah melebihi Bursa Thailand sebesar 15,15%, Indeks Nikkei Jepang 8,83%, Bursa Singapura 6,32%, Bursa Hongkong 2%, Bursa Australia 1,75%, Indeks Indeks FTSE 100 Inggris -1,71%, Bursa Korea -4,15%, Indeks Dow Jones Amerika Serikat -4,95%, dan Bursa Malaysia -5,28%.

Sempat Cetak Rekor Tertinggi

Pada 8 September 2014, IHSG telah berhasil mencatatkan rekor indeks tertinggi sepanjang sejarah dengan ditutup pada level 5.246,489.

Nilai Transaksi Saham BEI Turun 3,93% Jadi Rp 5,99 Triliun

Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2014 tercatat naik 21,15% menjadi 5.178,373, tapi secara nilai transaksi saham sepanjang tahun 2014 mengalami penurunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida menyebutkan, rata-rata nilai transaksi harian saham periode Januari-Desember 2014 sebesar Rp 5,99 triliun, turun sebesar 3,93% dibandingkan dengan periode yang sama di 2013, yaitu sebesar Rp 6,24 triliun.

"Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian saham periode Januari-Desember 2014 naik dibandingkan dengan periode yang sama di 2013 sebesar 38,36% dari 153.686 kali transaksi menjadi 212.643 kali transaksi," kata Nurhaida saat acara penutupan perdagangan bursa, di Gedung BEI kemarin.

JK: Tahun Depan IHSG Lebih Baik Lagi

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) berkesempatan menutup perdagangan saham terakhir tahun ini. JK menganggap, pertumbuhan bursa saham yang cukup tinggi mencerminkan situasi ekonomi Indonesia yang sudah lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga di Asia.

"Walau (IHSG) sedikit bergejolak. Itu artinya ada pihak dapat untung dan nggak beruntung. Itu ekonomi berjalan bersama-sama," kata JK.

Pada kesempatan itu juga JK mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang sudah bekerja keras untuk memajukan ekonomi Indonesia.

"Saya apresiasi upaya saudara semua, yang bekerja keras dan berikan keterbukaan yang baik. Ke depan dapat kita tingkatkan kepercayaan investor ke BEI seperti kepercayaan ke ekonomi kita," ujarnya.

Menurut JK, setelah menutup tahun 2014 ekonomi Indonesia dipercaya bisa lebih baik di 2015. Pemerintah juga berjanji untuk terus mendukung pertumbuhan pasar modal dengan berbagai kebijakan.

"Saya yakin tahun depan kondisi akan lebih baik, BEI juga berjalan dengan baik. Hal ini dapat beri dukungan ke ekonomi dan untuk investor yang terkait bursa. Kita harapkan bursa berikan dampak ke ekonomi yang besar," jelasnya.
Halaman 2 dari 6
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads