Membuka perdagangan 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dibandingkan penutupan akhir tahun lalu. Pembukaan perdagangan awal 2015 dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Dengan memohon ridho Tuhan yang Maha Kuasa, aktivitas perdagangan efek di BEI tahun 2015 saya nyatakan dibuka," tegas Jokowi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1/2015).
IHSG pun dibuka di posisi 5.240,8. Menguat dibandingkan penutupan akhir tahun yaitu 5.226,95.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp 12.475/US$. Melemah dibandingkan penutupan perdagangan terakhir di Rp 12.430/US$.
IHSG tidak mengikuti pelemahan di Wall Street yang terjadi saat perdagangan tutup tahun. Pasalnya, ada sentimen positif di dalam negeri yaitu kebijakan terobosan pemerintah di bidang subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Mulai 1 Januari 2015, pemerintah mencabut subsidi untuk BBM jenis Premium dan memberikan subsidi tetap (fixed subsidy) sebesar Rp 1.000/liter untuk Solar. Kebijakan ini dinilai membuat fundamental ekonomi Indonesia lebih kuat dalam jangka menengah-panjang.
Pasar saham regional bergerak mixed cenderung menguat. Bursa Shanghai menguat lebih dari 1%.
Berikut situasi bursa saham di sejumlah negara Asia:
- Nikkei 225 melemah 279,07 poin (1,57%) di posisi 17.450,77
- Hang Seng menguat 76,84 poin (0,33%) menjadi 23.681,88
- KOSPI melemah 0,39 poin (0,02%) menjadi 1.915,2
- Shanghai Composite Index menguat 52,17 poin (1,71%) 3.109,69











































