Tahun Lalu, 60% Investor Pasar Modal RI Adalah Asing

Tahun Lalu, 60% Investor Pasar Modal RI Adalah Asing

- detikFinance
Jumat, 02 Jan 2015 13:52 WIB
Tahun Lalu, 60% Investor Pasar Modal RI Adalah Asing
Jakarta - Selama ini, pasar modal Indonesia didominasi oleh investor asing. Tahun lalu, jumlah investor asing di pasar modal domestik mencapai 60%.

Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan porsi investor asing di pasar modal Indonesia terus menurun. Pada 2013, angkanya masih tinggi yaitu mencapai 73%. Kemudian turun menjadi 60% pada 2014.

"Peranan investor asing sudah mengalami penurunan. Tahun 2013 itu masih 73%, 2014 itu 60%, dan 2015 kita berharap 50%," kata Muliaman saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dengan peningkatan jumlah investor lokal di pasar modal akan membantu pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi stabil.

"Dari sisi demand, kita harus bangun kapasitas yang lebih tinggi dari investor lokal. Kalau investor asing keluar, masuk langsung investor lokal sehingga Indeks tetap terjaga. Belakangan kemarin banyak terbantu oleh investor lokal, sehingga Indeks tetap relatif tinggi," jelas dia.

Selama ini, kata Muliaman, peran investor asing sangat mempengaruhi gerak IHSG. Dengan porsi investor lokal yang lebih tinggi, peran domestik tentu tidak lagi dianggap enteng.

"Saya kira kalau kemampuan domestiknya tetap kita dorong saya meyakini investor lokal tidak lagi dianggap enteng," katanya.

Untuk mencapai itu, Muliaman menyebutkan, pihaknya bersama otoritas terkait akan banyak menerbitkan produk-produk investasi baru di pasar modal.

"Kita akan mendorong penerbitan produk-produk baru di pasar modal seperti surat berharga berbasis proyek seperti listrik, jalan tol, pelabuhan udara yang bisa dijadikan underlying assets. Saya kira hal ini jadi perhatian kita agar proyek-proyek infrastruktur bisa didanai dari pasar modal," papar dia.

Muliaman menambahkan, pihaknya juga mendorong BUMN untuk bisa berkontribusi di pasar modal melalui penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

"Saya akan melanjutkan apa yang sudah kita gariskan tahun lalu, terutama kita akan dorong sisi supply sehingga akan lebih banyak perusahaan-perusahaan yang akan listed. Saya tadi mohon juga kepada pemerintah, kalau ada BUMN yang di-listed-kan kenapa tidak? Jadi pemerintah akan mempelajari ini dan tanggapannya positif," terang Muliaman.

(drk/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads