Aksi Ambil Untung Berlanjut

Rekomendasi Saham

Aksi Ambil Untung Berlanjut

- detikFinance
Selasa, 06 Jan 2015 08:56 WIB
Aksi Ambil Untung Berlanjut
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 22 poin akibat aksi ambil untung. Ke mana January Effect yang biasanya membuat saham-saham menguat?

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (5/1/2015), IHSG ditutup berkurang 22,774 poin (0,43%) ke level 5.219,995. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 4,860 poin (0,54%) ke level 898,270.

Wall Street berakhir negatif gara-gara koreksi yang terjadi di saham-saham energi. Indeks S&P mengalami hari terburuknya dalam tiga bulan terakhir.
Β 
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones anjlok 331,34 poin (1,86%) ke level 17.501,65, Indeks S&P 500 kehilangan 37,62 poin (1,83%) ke level 2.020,58 dan Indeks Komposit Nasdaq jatuh 74,24 poin (1,57%) ke level 4.652,57.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ini IHSG diperkirakan masih terus lanjutkan pelemahan, apalagi dengan banyaknya sentimen negatif yang beredar. Aksi ambil untung pelaku pasar diprediksi berlanjut.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 407,46 poin (2,34%) ke level 17.001,25.
  • Indeks Straits Times jatuh 39,62 poin (1,19%) ke level 3.288,66.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Senin (5/1) IHSG turun 23 poin (-0,43%) ke level 5.219.99 menyusul keluarnya data inflasi dan neraca perdagangan bulan November yang tercatat lebih buruk dari perkiraan semula, kembali melemahnya nilai tukar rupiah, serta turunnya sejumlah harga komoditas dikomandoi oleh turunnya harga minyak mendekati level US$50 per barel.

Saham-saham yang menjadi pemberat bursa a.l. ASII, TLKM, BBRI, PGAS, dan BBNI di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 165,5 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing a.l. TLKM, PGAS, BBNI, ADHI, dan UNVR.

Secara teknikal, indeks turun disertai volume dengan pola evening star dan terlihat mencoba test support MA5. Stochastic overbought sementara RSI dan MACD flat.

Hari ini (6/1) IHSG diperkirakan masih akan mengalami koreksi teknikal untuk test support MA5 dan bergerak dikisaran 5.200-5.250 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. CTRA, KLBF, SMRA, TBIG, dan TRAM.

Rupiah Senin (5/1) ditutup di level 12.628 dan hari ini (6/1) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.491-12.775 dengan kecenderungan melemah.

Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan semalam. Indeks Dow Jones Industrial Avg terkoreksi -1,86%, sementara indeks S&P500 melemah -1,83%.

Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini juga terkoreksi. Indeks Nikkei 225 (Jepang) turun -2,01%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) melemah -1,07%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +0,02% ke level US$50,04 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,01% ke posisi US$1.204,10 per troy ounce.

Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2015 diperkirakan hanya mencapai 5,2%. Hal itu seiring pelemahan pertumbuhan investasi dan ekspor serta kebijakan Fed Rate di AS.

Sebelumnya, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6%, dan kemudian direvisi menjadi 5,3%. Untuk tahun 2014 sendiri, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia diturunkan dari 5,2% menjadi 5,1%.

Sementara itu, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.161 dan resistance 5.262.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads