Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Jan 2015 14:24 WIB

Penjelasan Menteri Bambang Soal Anjloknya Rupiah di Awal Tahun

- detikFinance
Jakarta - Memasuki tahun yang baru, nilai tukar rupiah masih menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hari ini, dolar AS tercatat menembus angka Rp 12.700.

Mengutip data Reuters, saat ini dolar AS berada di posisi Rp 12.725. Pagi tadi, dolar AS masih di Rp 12.715.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pelemahan ini murni karena faktor eksternal. Dia menyebutkan 2 faktor, yaitu dari Eropa dan harga minyak.

"Karena pengaruh eksternal dari kejadian di Eropa dan menurunnya harga minyak yang ‎tendensinya terlalu tajam. Itu mungkin yang menciptakan ketidakpastian di ekonomi global," ungkap Bambang di kantornya, Jakarta, Rabu (7/1/2014).

Beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras menyatakan bahwa pemilihan presiden kali ini bisa berakibat keluarnya Yunani dari Uni Eropa apabila Partai Syriza. Hal ini menjadi sentimen negatif, karena sejumlah pihak menduga besar kemungkinan partai tersebut akan menang dalam pemilihan pada Februari mendatang.

Sementara harga minyak dunia saat ini masih dalam tren turun dan hampir menyentuh level di bawah US$ 50/barel. Harga minyak jenis Brent saat ini tercatat US$ 50,3/barel.

Menurut Bambang, pelemahan mata uang tidak hanya dialami oleh Indonesia. Negara-negara lain pun mengalaminya, karena penguatan dolar AS yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir.

"Masalahnya nilai tukar itu relatif, rupiah misalnya terhadap dolar. Rupiahnya mungkin nggak terlalu terpengaruh tapi dolarnya kalau menguat beda kan. Jangan lupa, rupiah itu dihitung sebagai salah satu mata uang dari emerging market," jelasnya.

(mkl/hds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com