Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.720 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.635 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,494 poin (0,13%) ke level 5.175,554. Indeks mulai bangkit setelah melemah sejak awal pekan ini. Aksi beli selektif mendorong IHSG naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menanjak 29.549 poin (0,57%) ke level 5.198,608 dan sempat balik lagi ke level 5.200. Saham-saham unggulan menguat cukup tinggi.
Indeks berhasil menghindari zona merah sampai siang hari ini. Posisi tertinggi yang bisa diraih Indeks sampai saat ini ada di 5.207,376.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (7/1/2015), IHSG ditutup tumbuh 38,058 poin (0,74%) ke level 5.207,118. Sementara Indeks LQ45 ditutup maju 9,303 poin (1,05%) ke level 897,506.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli investor. Tujuh sektor berhasil menguat, kecuali sektor agrikultur, infrastruktur, dan perdagangan.
Dana asing masih terus keluar dari lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 2,979 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 282.753 kali dengan volume 8,369 miliar lembar saham senilai Rp 5,571 triliun. Sebanyak 196 saham naik, 119 turun, dan 69 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia kompak menguat di zona hijau menutup perdagangan sore hari ini. Pasar saham Hong Kong menguat paling tinggi.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 2,14 poin (0,01%) ke level 16.885,33.
- Indeks Hang Seng menguat 195,85 poin (0,83%) ke level 23.681,26.
- Indeks Komposit Shanghai bertambah 22,51 poin (0,67%) ke level 3.373,95.
- Indeks Straits Times naik 18,72 poin (0,57%) ke level 3.300,67.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 1.400 ke Rp 12.500, Multi Prima (LPIN) turun Rp 1.200 ke Rp 5.000, Inti Agri Resources (IIKP) turun Rp 835 ke Rp 2.505, dan Tigaraksa (TGKA) turun Rp 500 ke Rp 2.400.
(ang/hds)











































