Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 11,282 poin (0,22%) ke level 5.218,400 melanjutkan penguatan kemarin. Positifnya bursa global dan regional memberi dorongan aksi beli inevstor.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli, terutama yang berkapitalisasi besar. Penguatan harga sahamnya sempat mendorong indeks ke titik tertingginya hari ini di 5.230.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekor terakhir yang bisa diraih IHSG ada di level 5.246,483 yang diraih pada Senin 8 September 2014 setelah naik 29,148 poin (0,56%). Rekor intradaynya di hari yang sama, ada di level 5.262,568.
Indeks tak mampu naik lebih tinggi lagi gara-gara aksi ambil untung investor asing. Indeks sektoral pun tak lagi kompak menguat.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 150.177 kali dengan volume 4,929 miliar lembar saham senilai Rp 3,61 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 118 turun, dan 93 saham stagnan.
Rebound-nya Wall Street semalam memberi sentimen positif kepada pergerakan bursa-bursa di regional. Hampir semua bisa menguat, kecuali pasar saham Tiongkok.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 343,44 poin (2,03%) ke level 17.228,77.
- Indeks Hang Seng naik 126,95 poin (0,54%) ke level 23.808,21.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 59,20 poin (1,75%) ke level 3.314,75.
- Indeks Straits Times bertambah 30,20 poin (0,92%) ke level 3.328,56.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.025 ke Rp 3.125, Mayora (MYOR) turun Rp 800 ke Rp 22.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 62.725, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 450 ke Rp 12.050.
(ang/dnl)











































