Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.680 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.720 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 11,282 poin (0,22%) ke level 5.218,400 melanjutkan penguatan kemarin. Positifnya bursa global dan regional memberi dorongan aksi beli inevstor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG bertambah 12,790 poin (0,25%) ke level 5.219,908. Indeks sempat naik tinggi hingga mendekati level rekor tertingginya. Tapi aksi ambil untung menghambat penguatan Indeks.
Rekor terakhir yang bisa diraih IHSG ada di level 5.246,483 yang diraih pada Senin 8 September 2014 setelah naik 29,148 poin (0,56%). Rekor intradaynya di hari yang sama, ada di level 5.262,568.
Menutup perdagangan, Kamis (8/1/2015), IHSG naik tipis 4,710 poin (0,09%) ke level 5.211,828. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,495 poin (0,06%) ke level 898,001.
Indeks tak mampu naik lebih tinggi lagi gara-gara aksi ambil untung investor asing. Indeks sektoral pun tak lagi kompak menguat.
Investor asing masih terus menjual saham. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 135,522 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 270.497 kali dengan volume 8,224 miliar lembar saham senilai Rp 6,566 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 138 turun, dan 100 saham stagnan.
Rebound-nya Wall Street semalam memberi sentimen positif kepada pergerakan bursa-bursa di regional. Hampir semua bisa menguat, kecuali pasar saham Tiongkok.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 281,77 poin (1,67%) ke level 17.167,10.
- Indeks Hang Seng mengaut 154,27 poin (0,65%) ke level 23.835,53.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 80,50 poin (2,39%) ke level 3.293,46.
- Indeks Straits Times menanjak 47,22 poin (1,43%) ke level 3.345,58.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 14.425 ke Rp 375.575, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.225 ke Rp 61.300, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.025 ke Rp 3.125, dan Mayora (MYOR) turun Rp 850 ke Rp 22.600.
(ang/hds)











































