Dana Masuk Indofood, IPO Bogasari Diharap Raup US$ 100 Juta
Kamis, 27 Jan 2005 11:13 WIB
Jakarta - Rencana IPO PT Bogasari Flour Mills yang akan dilakukan pada kuartal II tahun 2005 diharapkan bisa menghimpun dana sebesar US$ 100-150 juta. Dana tersebut akan masuk ke kas induk perusahaan yakni PT Indofood Sukses Makmur tbk yang akan digunakan untuk pembayaran utang."Targetnya US$ 100-150 juta. Itu dananya akan digunakan Indofood untuk membayar utang supaya performa utangnya lebih bagus," kata Wapresdir PT Indofood Franciscus Welirang disela penyerahan sertifikasi obligasi 2004 di Plasa Bapindo, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (27/1/2005).Dia menjelaskan, dalam pelepasan saham Bogasari tersebut, Indofood tetap akan menjadi pemegang saham mayoritas karena berkeinginan untuk tetap mengkonsolidasikan Bogasari. Saat ini, menurut dia, proses IPO-nya masih terus dikaji legal restructuring-nya yang diperkirakan makan waktu 3 bulan.Ia menambahkan, untuk pendapatan Indofood tahun 2004 diperkirakan mengalami penurununan meski masih mendekati target. Penurunan pendapatan itu terjadi karena adanya kebijakan perseroan tahun 2004 yang mengurangi volume penjualan CPO. Selain itu perseroan juga mendapat kompetitor yang ketat dalam penjualan Mie Instan. "Kita masih dominan di pasar instan, tapi kontribusi mie instan ke Indofood kelihatannya berkurang. Salah satunya karena ada saingan dari Mie Sedap," katanya. Namun menurutnya, karena penjualan mie instan hanya sekitar 30 persen dari penjualan Indofood sehingga kontribusi divisi lain masih bisa diandalkan. Penurunan pendapatan juga akan membuat laba bersih relatif flat dan cenderung turun. Buy Back Obligasi IndofoodSementara berkenaan dengan rencana buy back obligasi anak perusahaan Indofood yang berbasis di Mauritius sebesar US$ 280 juta, Franciscus mengaku pihaknya masih menunggu persetujuan dari pengadilan Inggris. Upaya lewat pengadilan itu dilakukan setelah RUPO (Rapat Umum Pemegang Obligasi) dua kali tidak memperoleh kesepakatan karena tidak kuorum."Padahal berdasarkan perjanjian yang ditandatangani, Indofood mengatakan bisa redemption karena kita punya hak untuk itu. Karena kalau tidak diexcercise oleh jajaran direksi, itu tidak benar juga. Jadi kita upayakan lewat Pengadilan Inggris," tambahnya. Ia menjelaskan, jika Pngadilan Inggris menolak permohonan Indofood, maka pihaknya akan mencoba jalur lain yakni Pengadilan Belanda. Hal tersebut akan terus dilakukan karena jika tidak, Indofood akan membayar double tax sebesar 20 persen atau setara US$ 560 ribu akibat dihapuskannya perjanjian pajak dengan Mauritius. Indofood berhrap keputusan Pengadilan Inggris bisa diperoleh akhir Februari atau Maret.
(qom/)











































