Waspada Aksi Ambil Untung

Rekomendasi Saham

Waspada Aksi Ambil Untung

- detikFinance
Senin, 12 Jan 2015 08:48 WIB
Waspada Aksi Ambil Untung
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu berakhir naik tipis 4 poin setelah menghabiskan waktu di zona hijau seharian. Investor asing sudah mulai membeli saham.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (9/1/2015), IHSG ditutup naik tipis 4,837 poin (0,09%) ke level 5.216,665. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 0,827 poin (0,09%) ke level 898,828.

Sedangkan Wall Street mengalami koreksi akibat data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang mixed. Jumlah tenaga meningkat tapi kenaikan gaji tidak sesuai ekspektasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 170,5 poin (0,95%) ke level 17.737,37, Indeks S&P 500 kehilangan 17,33 poin (0,84%) ke level 2.044,81 dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 32,12 poin (0,68%) ke level 4.704,07.

Hari ini IHSG diperkirakan akan terkena koreksi akibat aksi ambil untung. Melemahnya bursa global bisa memberi sentimen negatif.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
Indeks Nikkei 225 menguat 30,63 poin (0,18%) ke level 17.197,73.
Indeks Straits Times bertambah 4,53 poin (0,14%) ke level 3.342,97.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2015 ditutup menguat 0,09% pada level 5216, setelah sebelumnya sempat menguat hingga level 5240. Sektor perkebunan menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing net buy Rp 895,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah akibat keraguan akan rencana program stimulus Eropa dan kecemasan menjelang dimulainya earning season. Sebelumnya indeks menguat karena membaiknya data tenaga kerja AS. Data nonfarm payrolls bulan Desember tercatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 252 ribu orang, setelah bulan lalu terjadi penyerapan sebanyak 253 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 5,6% dari 5,8%. Namun indeks berbalik melemah akibat data rata-rata upah per jam pekerja yang turun 0,2%, yang merupakan penurunan terbesar sejak tahun 2006. Pada pekan ini, earning season akan dimulai di Wall Street dengan dirilisnya laporan keuangan Alcoa pada hari Senin. Data ekonomi AS yang akan dirili s pada pekan ini diantaranya retail sales, business inventories, FedâАЩs Beige Book, PPI, Empire manufacturing, Philadelphia Fed, CPI, industrial production dan Mich Sentiment. Dari domestik, RDG BI pada Kamis pekan ini. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5169-5247. Rekomendasi: INDF, TLKM, BBNI, WIKA, BMRI, BBRI, ADHI, UNVR, ASRI.

Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Avg terkoreksi sebesar -0,95%, sedangkan indeks S&P500 turun sebesar -0,84%.

Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini juga melemah. Indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) terlihat turun -0,11%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -1,19% ke level US$48,36 per barel, sedangkan harga emas Comex menguat +1,19% ke posisi US$1.217 per troy ounce.

Dari dalam negeri, Indonesia berencana menjalin kerjasama resiprokal dengan lima negara diantaranya, Malaysia, Singapura, Tiongkok untuk menarik premi reasuransi dari luar negeri. Dengan demikian, defisit neraca pembayaran dari transaksi reasuransi bisa berkurang. Pemerintah menargetkan nilai premi yang bisa ditahan ke luar negeri berkurang hingga 50% dalam tiga tahun ke depan.

Analis Teknikal Mandiri Sekuritas sendiri mengungkapkan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.167 dan resistance 5.262.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads