Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di angka Rp 12.560 dari posisi sebelumnya di Rp 12.645.
Analis OSO Securities Supriyadi mengungkapkan, sepanjang tahun 2015 pergerakan IHSG akan berada dalam tren naik-turun mengikuti kondisi perekonomian domestik maupun global, namun cenderung positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini cukup oke, sektor-sektor yang berkorelasi dengan infrastruktur akan positif," kata dia saat dihubungi detikFinance, Senin (12/1/2015).
Supriyadi menyebutkan, sektor konstruksi dan basic industri seperti semen akan positif di tahun ini.
"Sektor ini inline dengan pembangunan infrastruktur. Semen juga akan berdampak dengan adanya pembangunan jalan," ujarnya.
Selain itu, dia menyebutkan, sektor telekomunikasi dan perbankan juga akan ikut mendorong kinerja IHSG tahun ini.
"Pembangunan kan perlu komunikasi, sektor telko akan bagus. Ekspansi juga memerlukan pembiayaan karena pembiayaan melalui perbankan lebih dari 30%, sektor ini juga akan meningkat," jelas dia.
Menurut dia, rata-rata kinerja saham-saham konstruksi di akhir tahun lalu melampaui target positif.
"Saham-saham konstruksi rata-rata akhir tahun over value, harganya sudah melambung, saham-saham konstruksi di close di atas target. Saham-saham perbankan seperti BRI, Mandiri, BCA juga masih positif," pungkasnya.
(drk/ang)











































