Banyak Sentimen Negatif yang Beredar

Rekomendasi Saham

Banyak Sentimen Negatif yang Beredar

- detikFinance
Selasa, 13 Jan 2015 08:50 WIB
Banyak Sentimen Negatif yang Beredar
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin terpangkas 28 poin akibat aksi jual yang dilakukan investor asing. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (12/1/2015), IHSG mundur 28,732 poin (0,55%) ke level 5.187,933. Sementara Indeks LQ45 berkurang 7,997 poin (0,89%) ke level 890,831.

Wall Street kembali terkena koreksi gara-gara saham energi yang berjatuhan. Pemicunya harga minyak dunia yang melemah hingga 5% di awal pekan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 96,53 poin (0,54%) ke level 17.640,84, Indeks S&P 500 turun 16,55 poin (0,81%) ke level 2.028,26 dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 39,36 poin (0,84%) ke level 4.664,71.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan terkena koreksi dengan banyaknya sentimen negatif yang beredar. Harga minyak yang masih lemah turut menyumbang sentimen.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 333,32 poin (1,94%) ke level 16.864,41.
  • Indeks Straits Times turun 8,94 poin (0,27%) ke level 3.335,95.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Senin (12/1) IHSG turun 29 poin (-0,55%) ke level 5.187,93 mengikuti penurunan bursa global lainnya seiring dengan kembali turunnya harga minyak dunia.

Saham-saham yang menjadi pemberat bursa a.l. BBRI, TLKM, BMRI, UNVR, dan BBNI di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 235,7 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing a.l. BBRI, TLKM, BMRI, PGAS, dan ASII.

Secara teknikal, indeks turun namun tidak disertai volume untuk tutup gap dan test support MA20. Stochastic deathcross sementara RSI dan MACD berpeluang deathcross.

Hari ini (13/1) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah di kisaran 5.150-5.225 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ICBP, SMGR, UNVR, CPRO, dan TRAM.

Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan semalam. Indeks Dow Jones Industrial Avg terkoreksi sebesar -0,54%, sedangkan indeks S&P500 turun -0,81%.

Dari pasar Asia, pergerakan pergerakan indeks utama regional pagi ini juga bergerak negatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) melemah -1,67%, dan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) terkoreksi -0,35%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -5,48% ke level US$45,71 per barel, sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,04% ke posisi US$1.232,30 per troy ounce.

Dari dalam negeri, perbankan diperkirakan akan menaikkan suku bunga kredit. Menurut survei terbaru Bank Indonesia (BI) bank akan menaikkan bunga kredit baik untuk debitur korporasi maupun ritel di kuartal pertama 2015.

Rata-rata bunga kredit modal kerja diproyeksikan naik 11 basis poin (bps) menjadi 13,60%. Sementara bunga kredit investasi naik lebih tinggi (16 bps) menjadi 13,46%. Sedangkan kredit konsumsi naik 7 bps menjadi 15,61% di sepanjang kuartal I tahun ini.

Analis Teknikal Mandiri Sekuritas sendiri mengungkapkan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.125 dan resistance 5.247.

(ang/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads