Antisipasi Penurunan Harga, Lonsum Patok Harga CPO Ekspor
Kamis, 27 Jan 2005 16:34 WIB
Jakarta - PT London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) mematok harga rata-rata CPO (Crude Palm Oil) pada level US$ 380 per metrik ton untuk penjualan ekspor selama semester pertama 2005. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga CPO-FOB Belawan (harga yang diterima sampai Pelabuhan Belawan) saat ini yang sebesar US$ 340 per metrik ton. Pematokan harga tersebut dengan penjualan kontrak yang terbukti berhasil dilakukan perusahaan selama ini dalam menghadapi tren menurunnya harga CPO di pasar dunia belakangan ini. "Lonsum telah mengambil keputusan strategis untuk mematok harga penjualan ekspor pada semester pertama tahun 2005 pada harga rata-rata US$ 380 per metrik ton," kata Handana H. Wanawijaya, Managing Director Lonsum dalam siaran pers Kamis,(27/1/2005). Menurutnya, pematokan harga ini akan membuat penjualan CPO hasil produksi Lonsum ke pasar dunia pada posisi yang stabil. Mekanisme penjualan berjangka dinilai sebagai strategi yang tepat dalam kondisi saat ini agar harga CPO ekspor Lonsum tak terpengaruh dengan tren menurunnya harga CPO di pasar dunia. Sementara untuk harga karet alam dunia diprediksi masih stabil dan memiliki kecenderungan naik jika harga minyak dunia naik. Lonsum mengelola perkebunan kelapa sawit, karet, kopi, kakao serta teh. Handana juga menjelaskan, bahwa perseroan optimistis mencapai target penjualan yang sudah diproyeksikan sebelumnya sebesar Rp 1,6 triliun pada akhir tahun 2004. Hal ini karena CPO dan karet alam memberikan kontribusi yang cukup signifikan dari total penjualan perseroan.
(qom/)











































