China Securities Regulatory Commission (CSRC) sudah mengeluarkan pengumuman pekan lalu supaya tiga broker tersebut, yaitu Citic Securities, Haitong Securities, dan Guotai Junan Securities untuk menghentikan kegiatannya sementara waktu.
Tiga-tiganya merupakan broker dengan aset terbesar di Negeri Tirai Bambu. Ketiganya juga dilarang untuk membuka akun transaksi marjin baru dalam tiga bulan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas setempat menilai, transaksi marjin yang dilakukan para sekuritas ini sudah melewati batas wajar yang ditentukan pemerintah, sehingga risikonya sangat tinggi. Pemerintah akan melakukan investigasi terhadap tiga broker ini selama tiga bulan mendatang.
Dalam transaksi marjin, investor diperbolehkan meminjam uang kepada pihak ketiga yang nantinya digunakan untuk membeli saham. Total transaksi marjin di Tiongkok sudah mencapai US$ 123 miliar (Rp 1.476 triliun).
Banyak analis menilai pertumbuhan transaksi marjin ini terlalu cepat dan membuat risikonya semakin tinggi. Maka dari itu pemerintah langsung mengeluarkan langkah untuk menghentikan sementara.
"Pertumbuhan transaksi marjin yang pesat di bisnis broker memang belum berubah, tapi perubahannya terlalu cepat," kata analis dari Changjiang Securities, Liu Jun, seperti dikutip Reuters, Senin (19/1/2015).
CITIC Securities sudah mengakui bahwa pihaknya melanggar ketentuan marjin trading yang disarankan pemerintah. Broker ini pun mengaku akan memperbaiki kesalahannya.
(ang/hds)











































